coba
Minggu, 23 Februari 2014
kimiakita
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat limpahan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktikum Kimia ini yang berjudul
“
EKSTRAKSI HIDROGEN MENGGUNAKAN
PRINSIP SEL ELEKTROLISIS dan
KECEPATAN REAKSI BERDASARKAN PERUBAHAN KONSENTRASI (
LAJU REAKSI)
“
.
Salawat dan salam penulis kirimkan untuk baginda Rasulullah SAW yang telah memberi penerangan ilmu di bumi ini.
Ucapan terima kasih penulis hadiahkan kepada orang tua dan keluarga penulis, pembimbing dan guru-guru serta teman-teman yang telah mendukung baik moril maupun materil sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum ini. Praktikum ini dilaksanakan atas instruksi dari ibu Hasnida selaku guru mata pelajaran Kimia.
Laporan praktikum ini berisikan percobaan penulis tentang
mempelajari beberapa reaksi redoks
,
mengetahui reaksi yang terjadi pada anoda dan katoda dalam reaksi elektrolisis CI(Ion Klorin)
dan membuktikan adanya gas H
2
pada batu baterai serta
menyelidiki pengaruh perubahan konsentrasi terhadap laju reaksi.
Harapan penulis, semoga dengan laporan penelitian ini dapat memberikan manfaat yang berarti dalam bidang Kimia kedepannya.
“Tak ada gading yang tak retak”
penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan isi laporan ini. Akhir kata, semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis khususnya serta para pembaca umumnya.
Duri, 20 Februari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
............................................................................................ i
DAFTAR ISI
............................................................................................................ ii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................
2
1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................
2
1.4 Manfaat penulisan................................................................................................
2
BAB II : LANDASAN TEORI
.................................................................... 3
BAB III : METODOLOGI
............................................................................ 5
BAB IV : PEMBAHASAN
4.1 Hasil....................................................................................................................
8
4.2
Pembahasan
.........................................................................................................
8
BAB V : PENUTUP
5.1 Kesimpulan..........................................................................................................
12
5.2 Saran.................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Elektrolisis
Elektrolisis yaitu peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dilaliri oleh arus listrik searah. Sedangkan sel di mana terjadinya reaksi tersebut disebut sel elektrolisis. Sel elektrolisis terdiri dari larutan yang dapat menghantarkan listrik yang disebut elektrolit, dan dua buah elektroda yang berfungsi sebagai katoda.
Dalam sel elektrolisis terjadinya reaksi kimia karena adanya energi dari luar dalam bentuk potensial atau arus listrik. Reaksi yang berlangsung pada sel elektrolisis adalah reaksi yang tergolong dalam reaksi redoks.
Dalam sel elektrolisis katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Arus listrik dalam larutan dihantarkan oleh ion-ion, ion positif (kation) bergerak ke katoda (negatif) dimana terjadi reaksi reduksi. Ion negatif (anion) bergerak ke anoda (positif) dimana terjadi reaksi oksidasi.
Pada elektrolisis larutan elektrolit dalam air, ion-on hidrogen dan ion-on logam yang bermuatan positif selalu bergerak ke katoda dan ion-ion OH- dan ion-ion sisa asam yng bermuatan negatif menuju ke anoda.
Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah reaktan atau laju bertambahnya jumlah produk dalam satuan waktu. Satuan jumlah zat bermacam- macam, misalnya gram, mol, atau konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atau berupa gas dalam keadaan tertutup, sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan konsentrasi (molaritas). Dan untuk mengetahui lebih jelasnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi maka kita lakukan sebuah praktikum tentang laju reaksi.
1.2 Rumusan Masalah :
1.
Apa itu Elektrolisis?
2.
Bagaimana reaksi yang terjadi dalam reaksi elektrolisis ?
3.
Apa itu laju reaksi ?
4.
Faktor apa yang mempengaruhi laju reaksi ?
1.3 Tujuan
a.
Mempelajari beberapa reaksi redoks
b.
Mengetahui reaksi yang terjadi pada anoda dan katoda dalam reaksi elektrolisis CI(Ion Klorin)
c.
Membuktikan adanya gas H
2
pada batu baterai
d.
Menyelidiki pengaruh perubahan konsentrasi terhadap laju reaksi
1.4 Manfaat
a.
Kita dapat menggunakannya dalam pembuatan gas seperti H
2
menggunakan prinsip sel elektrolisis
b.
Dapat mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi laju reaksi
BAB II
LANDASAN TEORI
Elektrolisis yaitu peristiwa penguraian atas suatu larutan elektrolit yang telah dilaliri oleh arus listrik searah.
Sel elektrolisis adalah sel elektrokimia yang menimbulkan terjadinya reaksi redoks yang tidak spontan dengan adanya energi listrik dari luar. Sel elektrolisis memanfaatkan energi listrik untuk menjalankan reaksi non spontan (ΔG > 0) lingkungan melakukan kerja terhadap sistem. Contohnya adalah elektrolisis lelehan NaCl dengan electrode platina. Contoh lainnya adalah pada sel Daniell jika diterapkan beda potensial listrik dari luar yang besarnya melebihi potensial sel Daniell.
Ion positif adalah sebuah atom atau suatu gugusan atom-atomyang kekurangan satu atau beberapa electron. Ion negative adalah sebuah atom atau suatu gugusan atom-atom yang kelebihan satu atau beberapa elektron.
Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda, biasanya air dan yang lainnya
pelarut
organik
. Proses ekstraksi dapat berlangsung pada:
1)
Ekstraksi
parfum
, untuk mendapatkan komponen dari
bahan
yang wangi.
2)
Ekstraksi cair-cair atau dikenal juga dengan nama ekstraksi solven. Ekstraksi jenis ini merupakan proses yang umum digunakan dalam skala laboratorium maupun skala industri.
3)
Leaching
, adalah proses pemisahan kimia yang bertujuan untuk memisahkan suatu
senyawa kimia
dari matriks padatan ke dalam cairan.
Hidrogen (
bahasa Latin
: hydrogenium, dari
bahasa Yunani
: hydro: air, genes: membentuk) adalah
unsur kimia
pada
tabel periodik
yang memiliki simbol H dan
nomor atom
1. Hidrogen juga adalah unsur paling
melimpah
dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam semesta
Laju reaksi
atau
kecepatan reaksi
menyatakan banyaknya
reaksi kimia
yang berlangsung per
satuan
waktu. Laju reaksi menyatakan
molaritas
zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiapdetik
reaksi. Perkaratan
besi
merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan
mesiu
atau
kembang api
adalah contoh reaksi yang cepat. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut
kinetika kimia.
Luas adalah besaran yang menyatakan
ukuran
dua
dimensi
(dwigatra) suatu bagian
permukaan
yang dibatasi dengan jelas, biasanya suatu daerah yang dibatasi oleh
kurva
tertutup. Luas permukaan menyatakan luasan permukaan suatu benda padat tiga dimensi.
Suhu adalah ukuran panas atau dinginnya suatu benda . Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dinginsuatu benda dengan alat yang digunakan untuk mengukur suhu.
Katalis
adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk
Molaritas
adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.
Konsentrasi = Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya
konsentrasi
maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya
BAB III
METODOLOGI
1.
EKSTRAKSI HIDROGEN
A.
ALAT DAN BAHAN :
a.
Gelas Bekker b. Baterai
c.
Korek Api d. Garam
e.
Tutup Spidol
f. Air murni
g. Pengaduk
B.
CARA KERJA :
a.
Memasukkan baterai kedalam air didalam gelas, amati bahwasannya tidak terjadi perubahan kemudian keluarkan kembali baterai tersebut
b.
Larutkan garam didalam air kemudian masukkan baterai kedalam larutan garam
c.
Amatilah anode, terlihat gas yang keluar
d.
Tutup anode baterai dengan tutup pasta gigi, tunggu beberapa saat
e.
Buka tutup pada anode dan nyalakan api pada tutup pasta gigi dan terjadilah letupan api
2.
LAJU REAKSI
A.
Alat dan Bahan :
a.
Gelas ukur 10ml
b.
Stopwatch
c.
CaCO
3
serbuk d. HCL 0,1 M
d.
Balon
e.
Tabung Elenmeyer
B.
Cara Kerja :
a.
Masukkan 2 gram serbuk CaCO
3
dalam balon
b.
Masukkan 10 ml larutan HCl dalam
Elenmeyer
c.
Lekatkan balon pada mulut Elenmeyer
d.
Jatuhkan CaCO
3
dalam HCl yang ada dalam
Elenmeyer
e.
Hitung waktunya sampai balon berdiri tegak
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
HASIL
Pada percobaan pertama terdapat gelembung gas pada anode batu baterai didalam larutan garam dan adanya letupan api saat tutup spidol diberi api.
Pada percobaan kedua
semakin lama balon naik lebih besar dan lebih cepat.
B.
PEMBAHASAN
1.
EKSTRAKSI HIDROGEN MENGGUNAKAN
PRINSIP SEL ELEKTROLISIS
Sel elektrolisis merupakan terjadinya reaksii kimia karena adanya energy drai luar dalam bentuk potensial atau arus listrik. Reaksi yang berlangsung pada sel elektrolisis adalah reaksi yang tergolong dalam reaksi redoks. Dalam sel elektrolisis katoda merupakan kutub negative dan anoda merupakan kutub positif. Arus listrik dalam larutan larutan dihantarkan oleh ion-ion, ion-ion positif (kation) bergerak ke katoda (negatif) dimana terjadi reaksi reduksi. Ion negative (anion) bergerak ke anoda (positif) dimana terjadi reaksi oksidasi.
Ion positif adalah sebuah atom atau suatu gugusan atom-atomyang kekurangan satu atau beberapa electron. Ion negative adalah sebuah atom atau suatu gugusan atom-atom yang kelebihan satu atau beberapa elektron. Pada elektrolisis larutan elektrolit dalam air, ion-ion hydrogen dan ion-ion logam yang bermuatan positif selalu bergerak ke katoda dan ion-ion OH- dan ion-ion sisa asam yang bermuatan negatif menuju ke anoda
Dengan menggunakan daftar potensial elektroda standar dapat diketahui apakah suatu reaksi redoks dapat berlangsung atau tidak, yaitu bila potensial reaksi redoksnya positif, maka reaksi redoks tersebut dapat berlangsung. Sebaliknya jika potensial reaksi redoksnya negative, maka reaksi redoks tidak dapat berlangsung.
Ketika baterai dimasukkan kedalam air murni, tidak terjadi perubahan. Hal itu dikarenakan air murni bermuatan netral. Namun, ketika baterai dimasukkan ke dalam air yang dilarutkan garam akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Ion Natrium (Na) menuju kutub negatif dan ion Klorin (Cl) menuju kutub positif.
Pada kutub negatif baterai ion Natrim mengalami reduksi air
K(R) : 2H
2
O + 2e 2OH
̅̅̅̅̅̅̅-
+ H
2
Pada kutub Positif baterai, ion Klorin mengalami penetralan (terjadi oksidasi)
A(O) : 2Cl
-
Cl
2
+ 2e
Dikutub negatif, elektron-elektron akan kelar tetapi elektron tersebut lebih mudah diterima molekul air daripada ion natrium.
Hasilnya, elektron melompat ke molekul air yang kemudian menjadi tidak stabil. Masing-masing molekl air bergerak ke satu ion H ( dinetralkan dengan elektron) dan satu OH
-
Kemudian, 2 atom Hidrogen bersama membentuk gas H
2
. OH
-
berikatan dengan Natrium di air dan lempengan besi (Fe) di baterai sehingga menghasilkan keruhan air dari karatan besi tersebut.
Dan adanya gas H
2
dapat dibuktikan dengan adanya letupan api pada tutup spidol yang digunakan untk menahan gas tersebut yang keluar dari anode baterai.
2.
KECEPATAN REAKSI BERDASARKAN PERUBAHAN KONSENTRASI (
LAJU REAKSI)
Persamaan reaksi batu pualam (CaCO3) dengan asam klorida adalah sebagai berikut: CaCO3(s) + 2HCl(aq) à CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
faktor – faktor yang mempengaruhi laju reaksi :
i.
Luas permukaan sentuh
Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.
ii.
Suhu
Suhu
juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan
partikel
semakin aktif bergerak, sehingga
tumbukanyang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil. Suhu merupakan properti fisik dari materi yang kuantitatif mengungkapkan gagasan umum dari panas dan dingin.
iii.
Katalis
Katalis
adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan
energi aktivasi
yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama:
katalis
homogen
dan
katalis
heterogen
. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu
perantara
kimia
yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya. Berikut ini merupakan skema umum
reaksi
katalitik
, di mana C melambangkan katalisnya:
... (1)
... (2)
Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1, namun selanjutnya dihasilkan kembali oleh reaksi 2, sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi :
Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa
katalis Ziegler-Natta
yang digunakan untuk produksi masal
polietilen
dan
polipropilen
. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah
proses Haber
, yaitu sintesis
amonia
menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk
emisi
kendaraan yang paling sulit diatasi, terbuat dari
platina
dan
rodium
.
iv.
Molaritas
Molaritas
adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat, maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Dengan demikian pada molaritas yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi.
v.
Konsentrasi
Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya
konsentrasi
maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula laju reaksinya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
a)
Kesimpulan
Pada percobaan pertama ,Ketika baterai dimasukkan kedalam air murni, tidak terjadi perubahan. Hal ini dikarenakan air murni bermuatan netral. Namun, ketika baterai dimasukkan kedalam air yang telah dilarutkan garam akan menghasilkan sesuatu yang berbeda.
Ion Natrium (Na) menuju kutub negatif dan ion Klorin (Cl) menuju kutub positif. Pada kutub negatif baterai, ion Natrium mengalami reduksi air:
K (R) : 2H2O+2e 2OH-+H
Pada kutub negatif elektron-elektron akan keluar, tetapi elektron tersebut lebih mudah diterima molekul air dari pada ion Natrium. Hasilnya, elektron melompat ke molekul air yang kemudian menjadi tidak stabil. Masing-masing molekul air bergerak ke satu ion H (dinetralkan dengan elektron) dan satu OH
-
kemudian, 2 atom hidrogen bersama membentuk gas H
2
. OH
-
berikatan dengan Natrium di air dan lempengan besi (Fe) di baterai sehingga menghasilkan keruhan air dari karatan besi tersebut. Dan adanya gas H
2
pada baterai dapat dibuktikan dengan adanya letupan air pada tutup spidol yang digunakan untuk menahan gas tersebut yang keluar dari anode baterai.
Pada percobaan
kedua dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi zat maka semakin cepat zat yang dilarutkan akan terlarut.
b)
Saran
1.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan oleh penulis, penulis dapat menyarankan agar praktikum dilakukan dengan ketelitian dalam mengamati adanya gelembung gas yang ada di katoda dan anoda
2.
Didalam melakukan praktikum sebaiknya siwa – siswi menggunakan pakaian praktikum dan sebaiknya sekolah menyediakan alat – alat praktikum yang lebih lengkap agar praktikum dapat dilakukan dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
http://29juni1996.wordpress.com/sma/kimia/laporak-praktikum-laju-reaksi/
http://alexschemistry.blogspot.com/2013/10/laporan-praktikum-kimia-dasar-laju.html
http://annanoo.blogspot.com/2013/10/eksperimen-fisika.html
http://semuacoretankuliah.blogspot.com/2012/12/laporan-kimia-dasar-ii-elektrolisis.html
http://itatrie.blogspot.com/2012/10/laporan-kimia-dasar-ii-elektrolisis.html
http://ansmj.blogspot.com/2013/11/laporan-praktikum-kimia-laju-reaksi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar